Saturday, February 18, 2012

Hakikat dan Ruang Lingkup Sejarah

A Pengertian sejarah

Sejarah berasal kata Arab : syajaratun yang artinya adalah pohon. Kata sejarah dalam bahasa Inggris adalah history. History sendiri berasal dari kata Yunani Historia yang berarti informasi atau pencarian.


1. Arti sejarah menurut Aristoteles :


Sejarah berbeda dengan puisi dan filsafat karena sejarah membicarakan tentang hal-hal partikular dan hal-hal aktual yang telah terjadi. Sementara puisi dan filsafat membicarakan tentang hal universal dan hal-hal yang telah ada atau mungkin ada.


2. Arti Sejarah menurut Ibn Khaldun :

Pada sisi eksternal sejarah memiliki arti tidak lebih daripada penginformasian tentang peperangan, negara-negara dan masyarakat di masa silam. Namun pada sisi internal, sejarah merupakan observasi, analisis, dan kajian secara cermat terhadap prinsip-prinsip alam dan sebab-sebab yang mendasarinya.

3. Arti sejarah menurut pandangan Kuntowijoyo :


Sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, ideografis, unik dan empiris. Diakronis artinya sejarah berhubungan perjalanan waktu. Ideografis artinya sejarah bersifat menggambarkan, memaparkan dan menceritakan sesuatu. Unik karena sejarah karena merupakan hasil dari penelitian yang khas dan terjadi di tempat dan waktu tertentu. Empiris karena sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh terjadi.


Ciri ciri sejarah :


1. Empiris
2. Objek (sejarah memiliki obek tersendiri yaitu waktu dalam kehidupan manusia)
3. Teori (ilmu sejarah memiliki ilmu yang disebut ilmu sejarah kritis)
4. Metode ( metode pengamatan)
5. Generalisasi ( Sejarah terdapat kesimpulan-kesimpulan umum)

B. Macam-macam Ilmu Tentang Sejarah

Ilmu yang mempelajari tentang sejarah ada bermacam-macam, antara lain :

1. Epigrafi : Ilmu yang mempelajari tentang tulisan-tulisan kuno
2. Geneologi : Ilmu yang mempelajari tentang asal-usul nenek moyang (kata kunci : generasi)
3. Numosmodik : Ilmu yang mempelajari tentang mata uang kuno
4. Geologi : Ilmu yang mempelajari tentang lapisan tanah (kata kunci : geografi)
5. Filologi : Ilmu yang mempelajari tentang naskah-naskah kuno (kata kunci : filosofi)
6. Etiomologi : Ilmu yang mempelajari tentang asal-usul kata
7. Palaeograrafi : Ilmu yang mempelajari tentang manusia purba
8. Arkeologi : Ilmu yang mempelajari tentang budaya-budaya kuno

C. Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, Seni

1. sebagai peristiwa = sejarah sebagaimana terjadinya = histoire realite
Sejarah merupakan peristiwa manusia di masa lampau yang bersifat abadi, unik, dan penting yang benar-benar terjadi dan memiliki hubungan sebab-akibat serta memiliki makna.

2. Sejarah sebagai kisah (hasil pikiran dari sejarawan Belanda bernama Huizinnga) = sejarah sebagaimana dikisahkan = histoire recite
Sejarah Sejarah sebagaimana dikisahkan berusaha menangkap dan memahami sejarah sebagaiman terjadinya.

3. Sejarah sebagai ilmu (hasil pikiran dari Leopold Van Ranke (bapak histografi modern)
Sejarah sebagai ilmu membedakan sejarah dengan filsafat yang bersifat abstrak dan spekulatif. Sejarah termasuk ilmu manusia dalam perjalanan waktu dipecah menjadi ilmu sosial dan kemanusiaan. Dlama meneliti objeknya sejarah berpegang pada teorinya sendiri dengan metode yang bersifat terrbuka dan hanya tunduk pada fakta.

4. Sejarah sebagai seni
Sejarah sebagai seni membutuhkan intuisi, emosi dan gaya bahasa.

D. Generalisasi, Periodesasi, dan Kronologi

Generalisasi adalah pekerjaan penyimpulan dari yang khusus ke umum. Periodesasi merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahpan-tahapan atau pembabakan-pembabakan tertentu. Kronologi adalah urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu kejadiannya.

Generalisasi bertujuan untuk simplifikasi atau penyederhanaan. Simplifikasi diperlukan sejarawan dalam melakukan analisis.. Salah satu generalisasi sejarah adalah generalisasi periodik atau periodesasi. Dalam membuat periodesasi, sejarawan membuat kesimpulan umum mengenai sebuah periode.

Kronologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Chronos : waktu dan logos : ilmu.


E. Kegunaan Sejarah

Kegunaan sejarah secara intrinsik :
- sejarah berguna sebagai ilmu
- sebagai cara mengetahui masa lampau
- sebagai pernyataan pendapat
- sebagai profesi

Kegunaan sejarah secara ekstrinsik :

- memberikan sumbangan bagi berbagai aspek pendidikan di luar
kepentingan keilmuan sejarah
- sejarah mempunyai fungsi pendidikan moral, penalaran, politik,
kebijakan, perubahan, masa depan, keindahan, dan ilmu bantu


No comments:

Post a Comment